Sunday, December 5, 2010

Introduksi pada Total Mind Learning

Belajar
Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan terus menerus oleh manusia selama hidupnya. Proses belajar ini bahkan telah dimulai ketika manusia tersebut masih dalam rahim ibunya. Namun sayangnya belajar masih dipahami dengan artian yang sempit oleh manusia. Belajar masih dianggap suatu proses yang isinya hanya menghapal, menghapal dan menghapal saja seperti yang kita alami saat kita masih bersekolah atau kuliah. Belajar sendiri bukan hanya milik manusia semata karena tumbuhan dan hewan atau segala makhluk hidup di bumi juga mengalami proses belajar dengan caranya masing-masing dengan menerima stimulus dari lingkungan sekitar yang digunakan untuk mempertahankan hidup.
Individu yang belajar maka dalam dirinya akan ada perubahan pada kemampuan (kapabilitas) dan perilaku baik secara mental maupun fisik yang didapat melalui pengalaman dengan berbagai macam cara dan mekanisme baik itu terjadi secara sadar maupun bawah sadar.

TML?
TML (Total-Mind Learning) merupakan istilah yang mungkin baru untuk anda dan mungkin juga saya. TML sendiri merupakan suatu langkah revolusioner yang merubah paradigma kita tentang arti "Belajar". TML ini sendiri hadir sebagai jawaban atas pemahaman manusia kebanyakan tentang arti belajar dengan memperluas arti belajar itu sendiri dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada namun belum termanfaatkan sehingga pada akhirnya dapat mengoptimalisasi hasil pembelajaran.

TML sendiri memiliki 3 pengertian :


1. Sikap (Attitude)
TML sebagai suatu sikap (attitude) adalah berdasar pada rasa ingin tahu (Curiousity), petualangan (Adventure) serta melihat kehidupan sebagai suatu kesempatan langka dan belum pernah ada sebelumnya.

2. Cara (Methodology)
TML sebagai cara (methodology) berarti setiap perilaku merupakan hasil dari pembelajaran dan memiliki struktur yang dapat dimodelkan, dipelajari, diajarkan dan dirubah.

3. Alat (Tools)
TML sebagai alat (tools) berarti TML dilihat sebagai suatu cara yang baru yang memungkinkan praktisi untuk mengorganisir informasi dan persepsi yang mana mengizinkan mereka untuk mencapai hasil maksimum dari proses pembelajaran.

Otak, Pikiran dan Pemikiran
Otak merupakan sentral atau pusat dari berbagai aktifitas mental mulai dari pengambilan, pemrosesan sampai penyimpanan informasi. Sebagai analogi otak (brain) dapat diumpamakan sebagai komputer dengan berbagai perangkat kerasnya (Hardware) , pikiran (mind) sebagai sistem operasi dan aplikasi yang berjalan di komputer otak (Software) dan pemikiran (thought) sebagai pengguna dari komputer beserta softwarenya (Brainware).

  • Otak (Brain) --- Perangkat Keras (Hardware)
  • Pikiran (Mind) --- Perangkat Lunak (Software)
  • Pemikiran (Thought) --- Perangkat Otak (Brainware)


Otak Kiri dan Otak Kanan
Otak terbagi menjadi dua yaitu otak kiri dan otak kanan yang mana setiap bagian otak ini memiliki peranan yang berbeda dalam kaitannya dengan pembelajaran yang mana keduannya bekerja secara simultan dan saling melengkapi. Agar kita dapat mengambil hasil yang optimal dari proses pembelajaran maka kedua belahan otak ini harus diaktivasi supaya dapat bekerja secara sinergis satu dengan yang lainnya.

Adapun peranan masing-masin otak dalam pembelajaran antara lain :
1. Otak Kiri : Pemikiran Analitik, Logika, Bahasa, Sains dan Matematika
2. Otak Kanan : Pemikiran Holistik, Intuisi, Kreatifitas, Seni dan Musik

Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar
Pikiran bekerja dengan 2 macam mekanisme yaitu secara sadar (conscious) dan bawah sadar (non conscious) dimana pikiran luar sadar terbagi menjadi 2 yaitu pikiran setengah sadar(sub-conscious mind) dan pikiran tidak sadar (un-conscious mind). Pikiran sadar berfungsi untuk menangani aktivitas yang terjadi saat ini misalnya ketika anda membaca tulisan ini. Namun pikiran sadar ini memiliki proporsi yang kecil (sekitar 10%) bila dibandingkan dengan pikiran bawah sadar sehingga sebetulnya peranannya kecil (tidak seberapa_ dalam proses pembelajaran. Pikiran bawah sadar berfungsi untuk menangani hal yang tidak tertangani oleh pikiran sadar seperti pola aktifitas, kebiasaan dan lain sebagainya sedangkan pikiran tidak sadar lebih banyak menangani fungsi tubuh seperti detak jantung, pernapasan dsb.

Tingkatan dari kondisi pikiran ini dapat dilihat dari 4 pola gelombang otak dimana ditiap tingkatannya merepresentasikan kondisi tertentu dari pikiran

1. Gelombang Beta (14-28 Hz)
Merupakan gelombang otak saat kondisi sadar dimana level kewaspadaan, konsentrasi dan kongnisi berada pada level yang tertinggi.

2. Gelombang Alpha (8-13.9 Hz)
Merupakan gelombang otak saat kita tidur dengan bermimpi dengan REM (Rapid-Eye Movement) dengan probabilitas 80% ditandai dengan kondisi relaksasi dan pembelajaran super (super learning) dan permulaan memasuki kondisi unconscious.

3. Gelombang Theta (4-7.9 Hz)
Merupakan gelombang otak saat kita tidur dengan bermimpi dengan REM (Rapid-Eye Movement) dengan probabilitas 20% ditandai dengan kondisi dimana terjadi peningkatan kreatifitas, emosional, potensi perubahan perilaku dan akses ke dalam kondisi unconscious.

4. Gelombang Delta (0.1-3.9 Hz)
Merupakan gelombang otak saat kita tidur tanpa bermimpi dimana saat ini hormon pertumbuhan dilepaskan, sensasi fisik menghilang dan masuk pada kondisi unconscious.

Kesimpulan
Belajar merupakan proses yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia bahkan sebelum manusia tersebut dilahirkan ke dunia. Namun sayangnya mayoritas manusia masih menganggap belajar tersebut dalam artian yang sempit yang mana membuatnya lebih sebagai beban daripada suatu kebutuhan yang mana berujung pada tidak optimalnya hasil pembelajaran. Untuk itu TML (Total-Mind Learning) hadir sebagai jawaban atas kondisi ini dengan memperluas arti belajar itu sendiri dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada seperti otak baik itu otak kiri maupun otak kanan, pikiran baik itu pikiran sadar maupun luar sadar dan pemikiran yang belum dimanfaatkan sehingga pada akhirnya dapat mengoptimalkan hasil pembelajaran yang didapat.

1 comment:

Post a Comment

 
Powered by Olark