Wednesday, November 10, 2010

Bimbingan Belajar Prima Study

Judul tulisan di atas saya buat bukan bermaksud menyinggung Prima Study namun saya justru ingin meluruskan Prima Study bahwa ia adalah sebuah lembaga pendidikan, training dan konsultasi yang notabene jauh dari label BimBel (Bimbingan Belajar) yang biasa kita kenal. Malahan bimbel yang satu ini sama sekali tidak memberikan satupun materi yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun dikuliah. Bagaimana bisa?

BIMBINGAN BELAJAR PRIMA STUDY?

3 tahun lalu...

Saya pertama kali mendengar, melihat dan menyaksikan tentang Prima Study sekitar 3 tahun lalu ketika saya menjadi mahasiswa baru di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Waktu itu kalau tidak salah ada seminar yang diadakan oleh sebuah lembaga bernama Prima Study. Saya masih ingat seminar itu diadakan di ruang Audiorium Fakultas Teknik UI gedung K.301, dimana semua mahasiswa dikumpulkan di ruangan tersebut untuk mendengarkan semimar yang diadakan oleh Prima Study. Kala itu yang memberikan presentasi adalah bapak Yovan P Putra yang menjabat sebagai Direktur Utama Prima Study.
Kala itu yang terbesit dipikiran saya Prima Study adalah sebuah lembaga bimbel (maaf) mungkin karena namanya yang agak mengesankan seperti sebuah lembaga bimbingan belajar, namun kemudian bapak Yovan P Putra memberikan presentasi yang menarik mengenai otak manusia dimana (bila saya tidak salah ingat) ternyata kebanyakan manusia belum mengeluarkan seluruh potensi otak ada. Hanya sebagian kecil dari potensi otak itu yang kita pergunakan yang mana bila seluruh potensi otak kita pergunakan maka akan menjadi luar biasa hasil yang bisa didapatkan. Beliau kemudian juga menambahkan bahwa sebenarnya pelajaran yang didapat di sekolah maupun kuliah bisa dengan mudah kita taklukan karena isinya yang hanya berkutat pada hapalan, hapalan dan hapalan saja.
Kemudian dalam sesi seminar itu Beliau kemudian melakukan pembuktian melalui demonstrasi. Demonstrasi yang dilakukan adalah kami (para mahasiswa) diminta untuk menyebutkan berbagai jenis kata benda secara berurutan sebanyak 20 buah (kalau tidak salah) dan kemudian beliau mendengarkan satu demi satu kata-kata yang disebutkan oleh para mahasiswa dan mahasiswa yang lain diminta untuk mencatat dan mencoba mengingat kata-kata yang disebutkan tersebut.
Setelah setiap kata disebutkan kemudian bapak Yovan P Putra meminta para mahasiwa untuk menyebutkan angka secara acak antara 1-20 yang mana merepresentasikan urutan kata benda yang tadi disebutkan dan kemudian bapak Yovan P Putra akan menebak kata benda dengan urutan yang dimaksud. Ajaibnya (mungkin beberapa dari kami yang baru pertama kali melihat mengungkapkan hal tersebut) hampir semua nomor yang disebut dapat dengan tepat disebutkan kata bendanya oleh bapak Yovan P Putra dan tentunya hal ini membuat decak kagum mahasiswa karena kebanyakan tidak satupun mahasiswa yang "ditantang" beliau dapat melakukan hal tersebut.
Singkat kata presentasi yang memang berlangsung singkat tersebut berakhir dan mahasiswapun meninggalkan ruangan dan semuanya selesai.

Selesai? eh sebentar....
PRIMA STUDY REVISITED

Masa sekarang.... | Minggu, 7 November 2010 13.30 WIB

Saya kini sedang menjalani tahun ke-4 di Fakultas Teknik dan sedang bergabung dalam kepanitiaan di Fakultas Teknik UI untuk melangsungkan acara yang bernama Engineering Leadership Training FTUI 2010 (ELT FTUI 2010) sebuah acara yang ditujukan bagi mahasiswa Teknik selain angkatan teratas (kini angkatan 2007) yang bertujuan untuk membekali mahasiswa teknik dengan kemampuan Leadership yang baik (singkat kata demikian).
Diantara rangkaian acara Prima Study ini, ternyata kami mengundang (baru tahu saat H-1) seorang pembicara dari Prima Study dan kali ini bapak Yovan P Putra sendiri selaku Direktur Utama Prima Study sebagai pembicaraannya. Ketika beliau masuk saya seperti mengalami kilas balik kejadian 3 tahun lalu dimana beliau juga pernah menjadi pembicara dihadapan kami. Namun kali ini ia tidak datang sendiri melainkan bersama beberapa anak-anak yang berusia lebih muda daripada kami dan asistennya tentunya. Ketika anak-anak tersebut memasuki ruangan ,entah kenapa saya merasakan perasaan yang tidak enak, namun perasaan itu saya simpan dahulu karena saya mulai sibuk menyimak wejangan dari bapak Yovan P Putra.
HOW TO REACH SUCCESS?

Untuk membuka pembicaraannya,pertama-tama beliau berbicara mengenai kisah masa kecilnya dahulu yang mungkin tidak seberuntung kita, beliau menceritakan *CENSORED*.
Setelah itu beliau mulai memaparkan bagaimana seharusnya kita "HIDUP" sehingga kita dapat mencapai apa yang disebut dengan "SUKSES":
1. Buatlah "SPESIFIKasi" tujuan mu
Hal ini harus dilakukan agar kita menjadi terarah dalam mencapai apa yang kita impikan. Spesifik ini bermakna bahwa tujuan itu harus terukur, merupakan keinginan dari diri sendiri, realistis (tidak muluk-muluk) dan ada target waktu pencapaianya.

2. "BUANGlah" sampah pada tempatnya
Setelah kita membuat spesifikasi dari tujuan kita, kita harus mulai memilih dan memilah hal-hal yang kita lakukan. Buanglah hal-hal yang tidak bermanfaat yang biasa kita lakukan.

3. Karena "peRUBAHan" itu perlu
Setelah kita memilih, memilah dan membuang "sampah" yang ada dalam diri kita maka kita harus melakukan "upgrade" agar kita dapat beRUBAH menjadi lebih baik.
Upgrade yang dimaksud antara lain dengan meningkatkan kemampuan konsentrasi, daya ingat dan daya baca serta melakukan Research & Development pada diri sendiri untuk mengasah intuisi dan kreativitas kita.

4. Autopilot : ON
Setelah 3 tahapan itu kita lalui, maka hal-hal yang biasa kita lakukan akan lebih mudah karena ia telah mengalir sendirinya.

DEJA VU

Setelah pemaparan mengenai bagaimana mencapai sukses, bapak Yovan P Putra kemudian mengeluarkan "senjata" yang mungkin menurut saya "biasa" ia keluarkan disetiap seminarnya. Entah kenapa saya sudah mendapat firasat ini sejak beliau memasuki ruangan.
Beliau mendemonstrasikan "sedikit" tentang kemampuan otak seperti seperti yang pernah terjadi 3 tahun lalu (detilnya kurang lebih sama seperti peristiwa yang di atas) dan hasilnya? sama seperti 3 tahun lalu. Hampir tidak ada yang berhasil melewati "ujian" yang ia berikan. Kemudian ia mengeluarkan "senjata" yang ia miliki yaitu anak-anak yang berada di bawah bimbingannya untuk mendemonstrasikan kemampuan yang mereka miliki dan benar saja lagi-lagi kamipun "dipermalukan" untuk kesekian kalinya.
TIME IS UP

Karena keterbasan waktu kamipun merasa belum cukup atas wejangan yang diberikan oleh bapak Yovan P Putra. Namun beliau memberikan kesempatan bagi peserta ELT FTUI 2010 yang hadir untuk mendapatkan bimbingan sebanyak 3 kali bagi mereka yang mau mengambil kesempatan ini.
Goodluck (Nasib Baik) = Preparation (Persiapan) x Opportunity (Kesempatan)
"Orang yang BERNASIB BAIK adalah mereka yang telah melakukan PERSIAPAN yang baik ketika datang KESEMPATAN"

CONCLUSION

Singkat kata Prima Study adalah sebuah lembaga Pendidikan, Training dan Konsultasi yang produk utamanya (kalau saya boleh sebut demikian) adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki terutama kemampuan otak agar dapat dipergunakan secara optimal untuk memudahkan kehidupan kita.
Mungkin bahasan yang saya berikan disini belum cukup memberikan gambaran seutuhnya mengenai lembaga apakah Prima Study itu. Namun satu hal yang pasti, bila boleh kita sebut Prima Study adalah sebuah Bimbingan Belajar maka Prima Study adalah BUKAN bimbingan belajar yang biasa.

1 comment:

Post a Comment

 
Powered by Olark